Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Download Makalah IDENTITAS NASIONAL (pdf)

Skripsi ini Membahas tentang Identitas Nasional, anda bisa mendownload Makalah ini menggunakan bahsa indonesia yang baik dan benar ini lengkap dengan contoh makalah termasuk cover makalah, kata pengantar, daftar isi, Pembahasan makalah, penutup, dan saran.
Judul :Identitas Nasional
Bidang Studi :Kewarganegaraan
Penyusun :

Pembahasan :

DAFTAR ISI Kata Pengantar.................. i
Daftar Isi...................... ii
BAB I Pendahuluan..............1
1.1 Latar Belakang................ 1
1.2 Rumusan Masalah............... 1
1.3 Tujuan Penulisan.............. 2
BAB II Pembahasan 2.1 Pengertian Identitas Nasional........... 3
2.2 Faktor Pembentuk Identitas Nasional..............5
2.3 Sifat Identitas Nasional............................ 8
2.4 Hubungan Antara Identitas Nasional Dengan Karakter Bangsa.......... 9
2.5 Proses Berbangsa dan Bernegara Sebagai Identitas Nasional.... 13
2.6 Pengertian Politik Identitas............................... 26
BAB III Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan............................................ 31
3.2 Saran................. 32
DAFTAR PUSTAKA
Terimaksih telah mengunjungi blog kami, anda bisa mendownload contoh makalah lengkap lainnya, dan juga contoh paper, jurnal internasional, kumpulan artikel, proposal, repository usu, repository - unair, repository umy, repository umb,repository ui, repository ipb, repository adalah, repository its dll.

Model – Model Pembelajaran Inovatif Dan Cara Penerapannya

Judul Tulisan: Model – Model Pembelajaran Inovatif Dan Cara Penerapannya
Bidang Studi : Pendidikan
Penyusun : NA
Penjelasan Makalah :


Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik.

Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru.

Transformasi terjadi melalui kreasi pemahaman baru (Gardner, 1991) yang merupakan hasil dari munculnya struktur kognitif baru. Pemahaman yang mendalam terjadi ketika hadirnya informasi baru yang mendorong munculnya atau menaikkan struktur kognitif yang memungkinkan para siswa memikirkan kembali ide-ide mereka sebelumnya. Dalam seting kelas konstruktivistik, para siswa bertanggung jawab terhadap belajarannya, menjadi pemikir yang otonom, mengembangkan konsep terintegrasi, mengembangkan pertanyaan yang menantang, dan menemukan jawabannya secara mandiri (Brook & Brook, 1993; Duit, 1996; Savery & Duffy, 1996). Tujuh nilai utama konstruktivisme, yaitu: kolaborasi, otonomi individu, generativitas, reflektivitas, keaktifan, relevansi diri, dan pluralisme. Nilai-nilai tersebut menyediakan peluang kepada siswa dalam pencapaian pemahaman secara mendalam.

Setting pengajaran konstruktivistik yang mendorong konstruksi pengetahuan secara aktif memiliki beberapa ciri: (1) menyediakan peluang kepada siswa belajar dari tujuan yang ditetapkan dan mengembangkan ide-ide secara lebih luas; (2) mendukung kemandirian siswa belajar dan berdiskusi, membuat hubungan, merumuskan kembali ide-ide, dan menarik kesimpulan sendiri; (3) sharing dengan siswa mengenai pentingnya pesan bahwa dunia adalah tempat yang kompleks di mana terdapat pandangan yang multi dan kebenaran sering merupakan hasil interpretasi; (4) menempatkan pembelajaran berpusat pada siswa dan penilaian yang mampu mencerminkan berpikir divergen siswa.

Urutan-urutan mengajar konstruktivistik melibatkan suatu periode di mana pengetahuan awal para siswa didiskusikan secara eksplisit. Dalam diskusi kelas yang menyerupai negosiasi, guru memperkenalkan konsepsi untuk dipelajari dan mengembangkannya. Strategi konflik kognitif cenderung memainkan peranan utama ketika pengetahuan awal para siswa diperbandingkan dengan konsepsi yang diperlihatkan oleh guru.Untuk maksud tersebut, pemberdayaan pengetahuan awal para siswa sebelum pembelajaran adalah salah satu langkah yang efektif dalam pembelajaran konstruktivistik.


SILAHKAN DOWNLOAD MAKALAH DISINI

Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) [RPP]

Judul Makalah : RPP Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
Bidang Studi : PKN
Penyusun : NA
Penjelasan Makalah :
Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) [RPP]
SILAHKAN DOWNLOAD MAKALAH DISINI

Review Sosiologi Agama [Makalah]

Judul Makalah : Review Sosiologi Agama
Bidang Studi : KWN
Penyusun : Ilham Abrar
Penjelasan Makalah :
Pada tahun 1967 kementrian agama Republik Indonesia mempublikasikan edisi dari Bhagavadgita, ini adalah sebuah teks sansakerta yang telah diterjemahkan, dikomentari dan diperkenalkan dengan bahasa Indonesia. Dalam publikasinya buku ini menerima 3 kata pengantar dari 3 orang muslim yang menonjol di Indonesia pada saat itu, kata pengantar pertama ditulis oleh Abdul Haris Nasution yang pada saat itu menjabat sebagai pembicara dari parlemen, dia memberikan komentar politik dalam kata pengantar tersebut yang berhubungan dengan peristiwa 30 spki 1965. Pemberi kata pengantar kedua adalah Soeharto, dan yang ketiga adalah Mentri Agama Kiyahi Haji Saifuddin Zuhri. dia menyebut buku tersebut sebagai kitab suci veda yang kelima. Ia bersyukur kepada Tuhan terhadap posisi agama untuk yang berada diposisi terkuat di masyarakat indonesia dalam periode itu dan kontribusi dari agama terhadap meningkatnya moralitas dan karakter masyarakat Indonesia.

Ketiga kata pengantar yang diberikan oleh 3 orang yang menonjol dari umat muslim pada saat itu terhadap kitab suci Hindu terdengar aneh bagi masyarakat muslim dan Negara muslim. Tampaknya politik Indonesia serta ideology Negara yaitu Pancasila telah mempengaruhi teologi agama muslim di Indonesia. Oleh karena hal itu kita ingin mempelajari aspek yang sedang berkembang ini, kita harus mempelajari aspek tersebut karena proses ini masih berlangsung dan belum selesai serta belum adanya doktrin yang seimbang. Hanya kecenderungan dan beberapa variasi, seperti bentuk protes atas kecenderungan yang umum yang dapat di sajikan.

SILAHKAN DOWNLOAD MAKALAH DISINI

[Makalah] Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Kelompok MPK

Judul Makalah : Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Dasar Kelompok MPK
Bidang Studi : PKN
Penyusun : NA
Penjelasan Makalah :
Bahwa di Negara maupun di dunia ini akan menginginkan Negara dan bangsanya tetap berdiri tegak, berbagai upaya akan dilakukan tidak terkecuali melalui dunia pendidikan, oleh karena itu dalam General Education/Humanities selalu ada materi sebagai pembekuan dasar sikap prilaku bangsanya, seperti di:
- Amerika Serika mempunyai:
History, Humanity, and Philosophy
- Jepang mempunyai:
Japanese History, Ethis, Philosophy and Science Religion
- Philipina mempunyai:
Philipino, Family Planning, Taxion and Land Reform, ThePhilipina New Constitution, Study of Human Right
- Indonesia mempunyai:
Agama, Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan
SILAHKAN DOWNLOAD MAKALAH DISINI

Makalah tentang Pkn (Civic Education) Sebagai Pendidikan Politik , Pendidikan Demokrasi, Dan Pendidikan Ham

Makalah ini Membahas tentang Pkn (Civic Education) Sebagai Pendidikan Politik , Pendidikan Demokrasi, Dan Pendidikan Ham, anda bisa mendownload contoh makalah ini lengkap dengan contoh makalah termasuk cover makalah, kata pengantar, daftar isi, Pembahasan makalah, penutup, dan saran.  

Judul Makalah : Pkn (Civic Education) Sebagai Pendidikan Politik , Pendidikan Demokrasi, Dan Pendidikan Ham
Bidang Studi : PKN
Penyusun : NA
Penjelasan Makalah :
PKn sebagai paradigma baru dimaksudkan PKn merupakan bidang kajian ilmiah dan program pendidikan di sekolah dan diterima sebagai wahana utama serta esensi pendidikan demokrasi di Indonesia yang dilaksanakan melalui :
• Civic Intellegence, yaitu kecerdasan dan daya nalar warga negara baik dalam dimensi spiritual, rasional, emosional, maupun sosial.
• Civic Responsibility, yaitu kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan
• Civic Participation, yaitu kemampuan berpartisipasi warga negara atas dasar tanggungjawabnya, baik secara individual, sosial, maupun sebagai pemimpin hari depan.

Begitu pula seperti dinyatakan oleh John Potter dalam “The challenge of education for active citizenship” (Education + Training, Volume 44- Number 2 -2002- p. 57 – 66) bahwa Citizenship Education substansinya berisikan tentang hak – hak kita, tetapi harus diakui memiliki tiga keunikan yang membedakannya dengan mata pelajaran lain, (1) Linked with other subject, maksudnya sekolah harus mendukung secara eksplisit untuk mengkaitkan PKn dengan mata pelajaran yang lain; (2) A way of life, maksudnya PKn harus mengakar dalam pandangan hidup dan etos sekolah secara keseluruhan; dan (3) Partcipation, maksudnya PKn memerlukan generasi muda (young people) untuk belajar melalui partisipasi dan pengalaman nyata . Untuk itu diperlukan upaya – upaya yang sistematis untuk mengembangkan efektivitas praktek pembelajaran PKn.
SILAHKAN DOWNLOAD MAKALAH DISINI

Terimaksih telah mengunjungi blog kami, anda bisa mendownload contoh makalah lengkap lainnya, dan juga contoh paper, jurnal internasional, kumpulan artikel, proposal, dll.